Indonesia tidak akan kekurangan orang-orang pintar. Hal ini terlihat dari banyaknya anak bangsa yang berhasil mencurahkan kepintaran mereka, untuk dapat menciptakan berbagai macam teknologi baru yang memudahkan kehidupan manusia.

Bahkan, tidak sedikit teknologi karya anak bangsa yang pada akhirnya terkenal di dunia internasional. Berbagai inovasi diciptakan untuk dapat terus memperbaiki kualitas hidup manusia. Baik untuk manusia itu sendiri, maupun juga untuk dapat membuat lingkungan hidup yang lebih baik untuk ditinggali. Apa pun latar belakangnya dari berbagai inovasi tersebut, segala teknologi yang di buat oleh anak bangsa sudah selayaknya mendapatkan sebuah perhatian khusus.

Inovasi Teknologi Karya Anak Bangsa

Pendidikan adalah sebuah modal utama dalam mendapatkan berbagai macam pengetahuan, itu semua untuk menciptakan sebuah inovasi baru. Tidak heran jika inovasi teknologi yang menjadi sebuah karya anak bangsa berikut ini, banyak yang dicetuskan oleh kaum akademisi, baik siswa maupun juga para mahasiswa. Apa sajakah terobosan-terobosan unik dan inovatif yang berhasil di buat oleh anak bangsa ? Berikut ini, kami akan membahas beberapa inovasi teknologi yang di ciptakan oleh anak bangsa.

Sepeda motor listrik

Indonesia adalah sebuah negara dengan populasi sepeda motor yang sangat banyak, sehingga pencemaran udara di Indonesia sudah semakin parah, terutama di beberapa kota-kota besar seperti Jakarta. Itulah yang mendasari mahasiswa dari Institut Teknologi 10 November (ITS) menciptakan sebuah ide sepeda motor yang bertenaga listrik.

Diberi nama Gesits, sepeda motor yang satu ini menggunakan baterai berukuran 5 kWH sebagai moda motor penggerak. Untuk sekali pengisian penuh, baterai tersebut mampu digunakan untuk dapat menempuh perjalanan sejauh 80 bahkan 100 kilometer. Ketika baterai habis, hanya butuh waktu sekitar 4 jam saja untuk dapat melakukan sebuah pengisian ulang sampai motor kembali penuh.

Lampu abadi

Mahasiswa Universitas Brawijaya yang berhasil menciptakan sebuah lampu dengan kekuatan abadi. Rekayasa dari biotik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang ada di sana, memanfaatkan bakteri khusus yang bisa memancarkan sebuah cahaya. Kadar bakteri yang nantinya akan semakin banyak memungkinkan cahaya yang berpendar semakin terang.

Keuntungan dari lampu bertenaga bakteri ini tentunya sangat banyak. Yang paling utama adalah penghematan dari energi listrik. Lalu, apakah bakteri tersebut nantinya tidak akan mati? Ya, sejumlah bakteri pasti akan mati. Tetapi, mereka juga nantinya akan melahirkan induk baru, sehingga bisa dikatakan lampu tersebut tidak akan pernah padam.

Tempat sampah pintar

Gede Herry Arum Wijaya, yang merupakan seorang mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, memiliki kegundahan terkait sebuah tata kelola sampah di Indonesia. Hal itu yang kemudian membuatnya menciptakan sebuah tong sampah berteknologi khusus, yang ia namakan Smart Trash Can.

Tong sampah yang satu itu memiliki teknologi sensor yang bisa mengelompokkan jenis-jenis sampah yang di buang, sehingga mulut tong akan terbuka sesuai dengan klasifikasi sampah. Misalnya memisahkan sampah rumah tangga, sampah plastik, metal bahkan sampah kaca. Sebuah teknologi yang sangat bermanffat karya anak bangsa.

POTRET

Bukan kamera, POTRET adalah sebuah singkatan dari Polisi Tidur Untuk Pembangkit Listrik. Teknologi ini dicetuskan oleh seorang mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Brawijaya. Teknologi tersebut nantinya akan memanfaatkan polisi tidur yang banyak terdapat di Indonesia.

Teknologi karya anak bangsa ini mempunyai sebuah mekanismes penggerak dari pegas yang bisa memompa ketika ada kendaraan yang melewatinya. Sistem kerjanya mirip sebuah generator yang mengubah energi pegas menjadi sebuah tenaga listrik, sehingga dapat membantu untuk bisa memasok listrik di berbagai keperluan publik.

Sehati TeleCTG

Terobosan di dunia kesehatan ini adalah sebuah teknologi karya anak bangsa yang sangat prospektif untuk di kembangkan. Karena, TeleCTG adalah pengembangan dari mesin CTG konvensional. Dengan TeleCTG, bidan yang dapat memantau kesehatan dari ibu dan janin, bahkan di lokasi terpencil sekalipun.

Perangkat TeleCTG ini sangat berukuran mini, sehingga mudah untuk dibawa. Untuk penggunaan, nanti tinggal hubungkan perangkat TeleCTG dengan smartphone. Kegiatan pemeriksaan kandungan pun juga akan menjadi lebih mudah.

Rompi terapi kanker

Penyakit kanker adalah salah satu dari penyebab kematian terbesar yang ada di dunia. Nah, seorang Warsito Taruno menciptakan sebuah rompi yang akan bisa digunakan untuk terapi kanker. Namun karena efektivitasntas yang kurang meyakinkan, kemenkes Indonesia tidak memberikan izin untuk studi lanjutan dari rompi tersebut.

Sang pemilik ide kemudian berupaya mencari sebuh cara untuk melanjutkan sebuah riset, ke Jepang. Pemerintah Negeri Sakura justru memberikan bantuan untuk melakukan riset mendalam terhadap rompi tersebut. Hasil tes di Jepang pun menunjukkan bahwa rompi buatan Warsito ini lebih ampuh untuk memusnahkan sel kanker.

Teknologi 4G

Sebagai pengguna aktif gadget ponsel pintar, pastinya sudah tidak asing lagi dengan 4G LTE. Teknologi komunikasi canggih ini membuat seseorang dapat dengan mudah mengakses segala informasi yang ada di internet tanpa harus menunggu loading yang lama jaringan data internet.
Tahukah anda, jika ternyata teknologi 4G adalah salah satu dari penemuan besar yang tercipta dari buah pikir anak bangsa ?

Teknologi 4G ditemukan oleh seorang profesor muda yang berasal dari sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur, tepatnya di kota Kediri. Profesor muda tersebut bernama Prof. Dr. Khoirul Anwar. Mungkin di negaranya sendiri nama Khoirul Anwar ini tidak begitu dikenal. Namun jangan salah, nama ini justru malahlumayan terkenal di negeri sakura, Jepang.

Pria yang telah lulus dari Teknik Elektro, ITB, pada tahun 2000 ini memang sengaja melanjutkan studinya di sebuah perguruan tinggi Jepang, yakni Nara Institute of Sains Tecnology. Disana Profesor muda yang pada saat itu baru berusia 30an tahun menemukan sebuah teknologi yang mampu mempercepat sebuah pengiriman data hingga berkali-kali lipat dibandingkan dengan teknologi komunikasi yang dipakai sebelumnya, yaitu teknologi 3G.

Radar Tiga Dimensi

Saat ini ia menjabat sebagai Full Professor di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang dan sebagai seorang profesor atau dosen tamu di berbagai universitas.

Sumantyo juga adalah salah satu dari pemegang paten antena mikrostrip antena berbentuk sebuah cakram berdiameter 12 sentimeter dan memiliki tebal 1,6 milimeter yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit asli Indonesia.

Ia adalah penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat tanpa awak dan juga small satellite, serta radar peramal cuaca 3 dimensi. Berkat penemuannya tersebut, saat ini banyak negara lain mengembangkan berbagai alat hebat ini.

Demikian itulah beberapa teknologi karya anak bangsa yang terkenal hingga ke mancanegara. Dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi upaya pemerintah untuk dapat mengembangkan potensi dari anak bangsa sangat diharapkan.

Dukungan tersebut di lakukan demi memajukannya teknologi Indonesia yang sebenarnya tidak pernah kekurangan orang pintar. Jangan sampai teknologi dan orang-orang berkebat di Indonesia malah meminta pengakuan dunia luar, karna kurnagnya perhatian di negara ini.